BPBN Jawa Barat Sebut 105 Desa Rawan Tsunami, Mulai dari Pangandaran hingga Sukabumi

Terasjabar.co – Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Adwin Singarimbun mencatat terdapat 105 desa di Jawa Barat yang rawan terjadi bencana tsunami.

Ratusan desa tersebut terdapat di 28 kecamatan dan lima kabupaten di Jawa Barat. Wilayah tersebut umumnya berada di Jawa Barat bagian selatan.

“Itu dari ujung timur, mulai dari Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Indikasi kerawanan ialah berdasarkan wilayah geografisnya. Artinya lima kabupaten ini bersinggungan langsung dengan pantai. Jadi jika terjadi gempa bumi berkekuatan tinggi, maka potensi tsunami itu ada,” kata Adwin Singarimbun baru-baru ini.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Jabar telah melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi guna mempersiapkan desa tangguh bencana.

Adwin menambahkan, di Pangandaran sudah ada beberapa desa yang menjadi desa tangguh bencana. Pembentukan desa tangguh bencana, agar jika terjadi bencana tsunami masyarakat tahu apa yang harus dilakukan.

“Berdasarkan penelitian, korban selamat dari bencana alam itu ditentukan oleh masing-masing individunya. Perlu sosialisasi untuk memitigasi dan merespons jika terjadi bencana. Jangan sampai bencananya sudah datang, lalu kami mempersiapkan,” kata Adwin Singarimbun.

Dikarenakan adanya sejarah peristiwa tsunami Pangandaran, beberapa desa telah dinyatakan tangguh bencana di wilayah tersebut.

Cara yang dilakukan adalah, sudah adanya beberapa sirine yang suaranya menjangkau 2 kilometer, pemasangan rambu-rambu peringatan, dan persiapan lainnya.

Peringatan dini tsunami tentunya dikeluarkan oleh BMKG dan pihak BPBD tinggal mengkomunikasikan kepada aparatur desa untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Misalkan untuk penyampaian peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, masyarakat yang mandiri bisa menggunakan masjid untuk mengumumkan kepada masyarakat. Banyak hal yang bisa disiasati,” katanya.

Upaya yang dilakukan BPBD untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana akan terus dilakukan.

Agar masyarakat menjadi tangguh, maka harus memiliki tim pengurangan risiko. Desa tangguh bencana (Destana) terbentuk oleh desa itu sendiri, BPBD hanya menyiapkan fasilitatornya saja.

Hal tersebut disampaikan Adwin usai pembukaan rapat penajaman ekspedisi Destana Tsunami yang dilakukan di Kantor BPBD Jabar, Bandung.

Ekpedisi sudah dilakukan sejak 12 Juli hingga 17 Agustus 2019. Ekspedisi di Jawa Barat, rencananya akan dilakukan dari tanggal 2 Agustus 2019.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *