Pemprov Jabar Akan Gelar Musabaqah Qira’atil Kutub di Pusdai, Ini Tujuannya

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jabar akan menggelar Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) di Pusat Studi dan Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, 10-13 Desember 2018. Lomba membaca kitab kuning ini akan diikuti oleh puluhan pesantren yang tersebar di Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan lomba ini digelar untuk membangun silaturahim antar pesantren di Jabar. Sehingga, terbangun hubungan antar pesantren dan mereka bisa saling mengenal dan mendapat manfaat dari silaturahmi tersebut.

“Ya ini berbeda dengan MTQ yang merupalan perlombaan membaca Alquran. Kalau MQK bisa dibilang lomba membaca kitab kuning,” ujar Uu di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (6/12/2018).

Menurut Uu, Lomba MQK ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas para santri di bidang pengkajian kitab kuning. Ia berharap, lomba ini bisa memberikan rasa berani pada santri untuk tampil dimuka umum karena akan ada juga lomba pidato dan mempertahankan pemahaman tentang kitab kuning.

“Pidato jangan di kobong dan di lembur saja, tapi di wilayah kota. Kan pinter di kobong belum tentu bisa tampil di umum. Ini melatih keberanian mereka berdakwah,” kata Uu.

Santri, katanya, sangat mutlak dituntut untuk pandai berbicara di depan umum karena pidato atau dakwah harus dilakukan di depan umum. Tujuan lainnya, menurut Uu, mempersiapkan anak muda untuk memiliki iman dan taqwa dengan pendidikan karakter.

“Kegiatan ini sebagai akselerasi visi misi Jabar. Yakni, Jabar juara lahir dan batin, bukan hanya pembangunan fisik, harus ada pembangunan SDM,” katanya.

Uu menjelaskan, berbagai lomba yang akan digelar di MQK di antaranya membaca kitab, menghapal kitab, dan lomba pidato Bahasa Indonesia. Ini, akan rutin digelar tiap tahun. Kemungkinan, nanti pada lomba berikutnya akan ada lomba pidato Bahasa Arab.

“Juara umum, hadiahnya kendaraan roda empat untuk pesantren. Juara kedua kendaraan roda tiga, dan juara ketiga motor. Itu untuk pesantrennya,” kata Uu seraya mengatakan ada juga hadiah pribadi berupa umrah dan uang pembinaan dari pemerintah.

Kepala Seksi Sistem Informasi Badan Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag Jabar, Wildan Taufik, mengatakan cukup banyak peserta dan pesantren yang antusias mengikuti MQK ini. Dari 27 kabupaten/kota yang ada Jabar, sekitar puluhan pesantren dari 15 kabupaten/kota sudah mendaftar.

“Namun, karena masih banyak pesantren yang mendaftar, jadi waktu pendaftaran kami mundurkan tak jadi di tutup,” katanya.

Pendaftaran peserta, kata dia, dibuka sejak November secara online dan seharusnya sekarang sudah ditutup. Tapi, hingga saat ini masih banyak peserta yang mendaftar.

“Pesantren yang sudah mendaftar sekitar puluhan dan akan bertambah,” kata Wildan seraya mengatakan ia mengapresiasi ke Pemprov Jabar yang sudah memfasilitasi MQK.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *