PRT Pembuang Bayi Kembar di TPS Telan Obat Gugur Kandungan, Polisi Periksa Pacarnya

Terasjabar.co – RA (25) pembantu rumah tangga (PRT) nekat membuang buah hati kembar hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria. RA kini sudah ditahan di Mapolsek Antapani. Dia dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 341, 181 KUHPidana. Ancaman hukuman di atas 5 tahun bui.

Polisi kini juga tengah memeriksa pacar RA (25), ibu yang membuang janin bayi kembar ke tempat pembuangan sampah (TPS) Kompleks Taman Sari Bukit Bandung. Pria berinisial D tersebut diduga ayah dari janin kembar tersebut.

“Dalam proses pemeriksaan, kita mintai keterangan,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (8/6/2018).

Hendro mengatakan D merupakan kekasih RA. Keduanya menjalin asmara sudah lama. Pada tahun lalu, D dan RA berhubungan hingga RA hamil.

“Dari pengakuannya, kehamilan tersangka setelah berhubungan dengan D, kekasihnya,” tandas Hendro.

Hubungan gelap tersebut berbuah hasil. RA mengandung anak dari D. Namun RA tidak menghendaki hadirnya anak. Saat usia kandungannya lima bulan, RA nekat menelan obat berupa pil penggugur kandungan sebanyak 10 butir pada Rabu (6/6/2018).

Keesokan harinya, obat yang diminum berefek. RA lalu mengeluarkan janin yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dua janin kembar itu langsung dibuang RA ke tempat sampah dekat tempat kerjanya sebahai PRT.

Lalu, bayi kembar ditemukan Ino, petugas pengangkut sampah di TPS Kompleks Tamansari Bukit Bandung, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung pada Kamis (8/6/2018) kemarin.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *