Pemda Karawang Cabut Izin Pabrik Kertas Anak Usaha Sinarmas

Terasjabar.co – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang mencabut izin operasional coustic soda plant PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II pada Jumat (18/5/2018). Unit kimia di pabrik kertas itu tak boleh beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.

“Pencabutan izin terhitung mulai hari ini,” ujar Wawan Setiawan Kepala DLHK Karawang saat rapat pembahasan penanganan paparan gas Klorin di Aula DLHK Karawang, Jumat (18/5/2018).

Melihat puluhan korban yang berjatuhan, DLHK Karawang kemudian menelisik kasus tersebut. Hasilnya, Pindo Deli 2 terbukti melanggar Permen LH nomor 2 tahun 2013.

Wawan mengatakan pencabutan izin itu dilakukan karena Pindo Deli 2 berperilaku lalai dan menyebabkan pencemaran udara di lingkungan sekitar. Selain itu, sejumlah alat instalasi di unit kimia pabrik itu dianggap sudah jadul.

“Penyebab insiden keracunan massal adalah zat klorin terpapar ke permukaan hingga tertiup angin. Kenapa terpapar teknologi sejumlah alat di instalasi kimia di pabrik mereka sudah usang. Mereka telah menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan manusia,” kata Wawan.

Wawan mengungkapkan, setelah melakukan pencemaran berulang kali, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai prosedur dengan mengeluarkan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga sejak beberapa bulan lalu. Surat dikeluarkan agar pihak pengelola mau memperbaiki kesalahannya.

“Tapi kejadian semacam ini (keracunan massal) terulang lagi,” tutur Wawan.

Alhirnya, melalui surat keputusan nomor 180/kep.1190-Ppl/2018 tanggal 18 Mei 2018, DLHK Karawang menutup unit kimia Pindo Deli 2.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mendukung langkah penutupan tersebut. Menurut dia, mesti ada perbaikan dalam produksi kimia di pabrik tersebut.

“Saya baru saja cek ke lokasi kejadian, setelah itu langsung menjenguk para korban di rumah sakit. Saya sampaikan tadi di lokasi, sekali lagi ada kejadian serupa dan warga jadi korban, Pindo Delli 2 saya tutup,” tegas Cellica.

Sementara perwakilan PT Pindo Delli 2 menyatakan menerima keputusan Pemda Karawang yang mencabut izin operasional unit produksi kimia mereka. Anak usaha Sinarmas itu menerima kesalahan dan akan introspeksi.

“Kami akan mengadakan perubahan secara besar – besaran sampai ditemukan sistem dan fasilitas (produksi) yang tidak beresiko,” ujar Andar Tarihoran Tim Humas Pindo Delli di Karawang, Jumat (18/5/2018).

Andar menyatakan, Pindo Delli 2 tak menampik jika fasilitas instalasi kimia milik mereka sudah tergolong usang. Ia menjelaskan jika alat produksi di unit kimia kebanyakan sudah berumur 20 tahun.

“Sejumlah alat instalasi tak diganti sejak tahun 1998. Ke depan, kemungkinan berubah,” tutur dia.

Ihwal sanksi operasional berupa pencabutan izin operasi, Andar menyatakan pada prinsipnya perusahaan menerima.

“Karena (sanksi) ini sudah keputusan, kami ikut saja. Pada prinsipnya kami memang ingin taat aturan,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *