Warga Nilai Pembangunan SPBU di Lembang Tidak Sesuai Izin

Terasjabar.co – Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung Utara (Forbat) menyoroti pembangunan SPBU di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pembangunan SPBU tersebut dinilai tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah.

Ketua Forbat Suherman menjelaskan pembangunan SPBU itu tidak menyertakan ruang terbuka hijau (RTH) sesuai ketentuan yang dipersyaratkan dalam izin pembangunan. Bahkan, lahan yang seharusnya untuk RTH, oleh pemilik SPBU malah dibangun tanki penyimpanan bahan bakar.

“Izinnya ini sudah ada, cuma pelaksanaan di lapangan tidak sesuai. Lahan seluas 856 meter persegi yang seharusnya digunakan untuk RTH malah dibangun untuk tanki, sehingga lahan serapan air tidak ada,” kata Suherman saat mendatangi kantor Pertamina Cabang Bandung di Jalan Wirayuda Timur, Kota Bandung, Senin (9/4/2018).

Pemkab Bandung Barat sudah melayangkan tiga kali surat teguran untuk menghentikan pembangunan, namun tidak digubris. Bahkan, sambung dia, DPRD KBB juga sudah melayangkan protes terkait pembangunan SPBU tersebut.

“Teguran tiga kali sudah dilakukan Pemkab Bandung Barat tapi mereka terus saja bangun,” ungkap dia.

Suherman menegaskan pihaknya hanya ingin pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang KBU berjalan maksimal. Terlebih, koofisien wilayah terbangun (KWT) di Desa Gudangkahuripan kini hanya tinggal 15 persen, yang artinya sudah sangat kritis.

“Kalau KWT-nya sudah 15 persen, artinya bangunannya tak boleh lebih dari 20 persen (dari luas lahan). Ini malah dilanggar,” tutur dia.

Menurutnya jajaran Pertamina Cabang Bandung siap menutup SPBU tersebut dengan syarat telah menerima surat penghentian pembangunan SPBU dari Pemerintah KBB. Pihaknya akan memfasilitasi agar surat tersebut dikeluarkan Pemkab Bandung Barat. *

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *