Presiden Jokowi Soroti Tingginya Angka Anak Penderita Stunting di Jawa Barat

Terasjabar.co – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek melakukan kunjungan meninjau langsung kegiatan petugas pelayanan terpadu (Posyandu) di lapangan Pasapen di Kampung Pasapen, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Mingg (8/4/2018)

Presiden Jokowi menyoroti banyaknya anak penderita stunting atau kerdil di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat. Dari data Dinas Kesehatan Jawa Barat,  jumlah anak penderita stunting di Jaw Barat relatif masih sangat tinggi. Dari dua puluh tujuh kota dan Kabupaten, sebanyak delapan kota dan kabupaten memiliki prevalenting stunting 2017 lalu, berkategoti tinggi.

Ia pun mengingatkan agar kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) lebih otimal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama memberikan gizi tambahan pada anak dan Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita).

“Terutama bagi ibu-ibu yang memiliki bayi harus diukur, khusus pertumbuhannya. Jangan sampai anak kita menderita stunting atau kerdil,” katanya.

Joko Widodo menegaskan untuk tidak hanya menimbang bayi. Tapi juga dilakukan pendataan perkembangan kesehatan ibu hamil dan balita.

“Langkah yang dilakukan petugas kesehatan di  diposyandu harus dilakukan secara rutin  seminggu sekali atau sebulan dua kali  bagi anak-anak. Demi kesehatan anak kita,  ibu hamil dan anaknya harus datang ke posyandu untuk menimnang dan melihat perkembangan,” katanya.

Bila langkah terus menerus dilakukan, menurut Jokowi, pertumbuhan  gizi anak-anak bisa diukur. Termasuk secara proaktif ibu-ibu secara rutin memeriksa kesehatannya.

“Tidak hanya bagi ibu hamil bisa memberi tambahan tablet penambah darah. Tapi makanan bergizi untuk anak-anaknya,” katanya

Jokowi mengatakan keberadaan petugas Posyandu dan PKK harus senantiasa memberikan pelayanan  konseling kepada ibu hamil. Terutama kepada  seluruh orang tua yang  memiliki anak.

“Pemberian pemahaman pentingnya asupan makanan bergizi, termasuk ASI sangat penting,” katanya.

Selain itu, kata Jokowi,  sejumlah makanan bergizi sangat mudah diperoleh. Makanan lokal-lokal bisa diperoleh muda disekitar lingkungan masyarakat. Pentingnya mengkonsumsi asupan makanan bergizi lokal harus terus menerus di sampaikan kepada petugas posyandu dan PKK. Terutama saat ibu hamil dan warga yang memilik  balita.

 “Terutama usia anak setahun, dua tahun masa emas. Jangan sampai dilewatkan. Nanti anak anak kita kekurangan gizi. Saya minta PKK dan Posyandu bergerak dan terus mengkampanyekan,” kata Jokowi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *