Dedi Mulyadi: BIJB Akan Dikelilingi Tol Lingkar Jabar

Terasjabar.co – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Nomor urut 4 Dedi Mulyadi mengatakan, jika dirinya terpilih nanti dalam Pilgub Jabar 2018 maka Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kertajati, Majalengka, akan terkoneksi dengan seluruh tol di Jawa Barat.

Bandara itu nantinya akan memiliki kualitas setara dengan Bandara Changi di Singapura, tetapi tetap kental dengan unsur etnik di Jawa Barat.

“Caranya, warga setempat harus terlibat di Bandara Kertajati. Keberadaan bandara itu harus melahirkan kesejahteraan bagi warga sekitar. Mereka bisa menjual makanan atau souvenir khas di sana. Nanti bandara itu dikelilingi akses tol lingkar Jabar,” jelas Dedi Kamis (22/3/2018).

Menurut Dedi, tol yang harus terkoneksi dengan bandara tersebut di antaranya Tol Cisumdawu, Tol Bocimi, Tol Cipali dan Tol Lingkar Selatan Jabar mulai dari Sukabumi Selatan ke Pangandaran. Hal itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses menuju bandara.

“Misalnya warga Cianjur Selatan, daripada pergi ke bandara di Jakarta memakan waktu 6-8 jam, lebih baik ke Kertajati via tol. Waktu tempuhnya bisa hanya 2 jam saja menuju bandara itu, kalau akses tolnya sudah baik,” kata Dedi.

Akan tetapi, pembangunan kemudahan akses tersebut, menurut pria yang akrab disapa Demul itu, bukan tanpa risiko. Wilayah sepanjang akses itu bisa saja dimanfaatkan oleh para penambang ilegal.

“Di Indonesia ini, kalau ada jalan baru, justru alam yang rusak. Karena jalan baru itu mempermudah akses penampang liar, bisa di bibir pantai atau gunung,” tandasnya.

Selain itu, kemudahan akses mengakibatkan industri properti tumbuh dengan pesat. Lingkungan sekitar menjadi ikut rusak karena pembabatan hutan yang akan diubah menjadi wilayah perumahan.

“Kalau ada jalan baru, gunung-gunung pasti ditebang pohonnya, apalagi dijadikan perumahan. Kita bisa berkaca pada banjir bandang di Kota Bandung. Itu karena menjamurnya properti di kawasan Bandung Utara,” kata Dedi.

Selain itu, warga setempat nantinya harus diberikan pelatihan bahasa asing sebagai penunjang peningkatan adaptasi dengan wisatawan asing.

“Kita harus siap-siap karena akan banyak wisatawan asing yang akan berkunjung ke Jawa Barat,” tutup Dedi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *