Fakta Tentang Siswi Melahirkan di Toilet Sekolah

Terasjabar.co – Siswi SMK di Makassar berinisial AL (17) harus mengalami nasib pilu. Ia harus melahirkan seorang bayi perempuan di toilet ketika jam belajar mengajar sedang berlangsung, Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 12.00 Wita.

Terdapat beberapa fakta di balik kejadian yang menggemparkan ini. Berikut Tim Teras himpun 5 fakta di balik kasus siswi SMK melahirkan di sekolah:

1. Terdengar Suara Tangisan Bayi

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang siswa, Alwi (17) yang kebetulan sedang berada di luar kelas karena sedang menerima telepon. Di situ, Alwi mendengar suara tangisan bayi dari toilet. Merasa penasaran, Alwi pun lantas memeriksanya.

Ia melihat kantong plastik yang di dalamnya terdapat seorang bayi yang baru lahir. Alwi kemudian memanggil temannya. Ia dibonceng membawa bayi itu ke RS Bhayangkara, Makassar. Di saat bersamaan, AL dibawa seorang guru ke rumah sakit yang sama.

2. Kondisi AL dan Bayinya

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani menjelaskan, saat ini siswi AL beserta bayinya dalam kondisi selamat. Ia menambahkan, sekarang keduanya sedang dalam penanganan dokter RS Bhayangkara.

3. AL Korban Pemerkosaan

AL ternyata punya masa lalu yang begitu memilukan. Ia pernah menjadi korban pemerkosaan.

“Dari keterangan saksi-saksi termasuk guru SMK tersebut menyatakan, AL melahirkan bukan karena hubungan gelap. Melainkan, AL pernah menjadi korban pemerkosaan. Korban pun belum bisa kita mintai keterangannya,” ujar Dicky.

4. Polisi Tangkap Pemerkosa AL

Polisi menangkap pemerkosa AL (17), Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 02.30 WITA. Pelaku merupakan sopir pembantu (kenek), Budi Santoso alias Budi (20) warga Jalan Rajawali 1, Makassar. Usut punya usut, Budi ternyata seorang residivis dari kasus pencabulan.

“Pelaku adalah residivis dari kasus pencabulan yang pernah ditangani Polrestabes Makassar. Jadi sebelum memperkosa seorang siswi SMK dan melahirkan di toilet sekolah, pelaku pernah diproses dengan kasus pencabulan,” ungkap Dicky.

“Dari introgasi awal, pelaku mengakui perbuatannya dan kini kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar,” tambah Dicky.

5. Orangtua Tak Mau Datang karena Malu

Seorang teman AL, Mawar menuturkan, sesampainya di rumah sakit, polisi sempat menghubungi orangtua AL. Namun sayang, orangtua AL menolak datang karena merasa malu.

“Sempat sih saya dengar pihak kepolisian menghubungi keluarganya namun keluarga siswa tersebut mengatakan, ‘Tidak mau datang, bikin malu saja itu anak’,” ujar Mawar. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *